Komunitas Lintas Iman Mendukung Semangat Gerakan Eco-Enzyme

Share On Your Social Media

Jurig, alias sosok-sosok cosplayer berpakaian hantu yang biasa mangkal di sekitar Jl. Asia-Afrika Bandung, kali ini dapat tugas khusus. Mereka ikut mendampingi penyebaran eco-enzyme di Sungai Cikapundung di sekitar Plaza Cikapundung River Spot, Bandung.

Momen unik ini terjadi pada Minggu (07/06/2026), sebagai salah satu perayaan Hari Lingkungan Hidup di Bandung. Perayaan ini diisi sejumlah orasi, doa bersama, penampilan seni serta stan komunitas, dilanjutkan dengan pembagian 54 tong eco-enzyme untuk dipakai oleh berbagai komunitas di Bandung Raya.

Mengapa jurig-jurig itu jadi terlibat? Pembina JAKATARUB, Wawan Gunawan, menegaskan kekuatan agama-agama Nusantara dalam menjaga dan melestarikan alam.

Dahulu, cerita tentang hantu, atau penunggu mata air misalnya, justru menjadi sistem untuk mengontrol kita agar selalu menjaga mata air atau kebersihan lingkungan. Sesuatu yang kian hilang di masa modern. Padahal, penting sekali untuk mempertahankan sistem dan semangat pelestarian seperti itu,” papar Wawan.

Proses Melarutkan Cairan Eco-Enzyme ke Sungai Cikapundung Bandung, Sabtu (06/06/2026). (Dok. Risdo/JAKATARUB)

Wawan juga memaparkan, bahwa agama-agama di Indonesia juga perlu menyerukan perubahan yang mendasar untuk melestarikan lingkungan. Agar kita tidak mengeksploitasi alam dengan keserakahan seperti sekarang. Doa-doa, khotbah, bahkan ragam kegiatan keagamaan harusnya juga dengan sadar menyasar isu lingkungan.

Acara yang diinisiasi oleh Komunitas Eco-Enzyme Bandung (EEB) ini, dihadiri puluhan komunitas di Bandung Raya, termasuk JAKATARUB yang mengisi sesi orasi serta doa bersama bagi lingkungan.

Robert Hadi, ketua Komunitas EEB, dalam sambutannya mengajak keterlibatan semua orang untuk melestarikan lingkungan, dengan sebisa mungkin langkah yang bisa dikerjakan. Apa yang dikerjakan oleh EEB sejak enam tahun ini adalah teladan sederhana bahwa semua orang bisa berperan dalam kelestarian lingkungan dengan berbagai cara.

Perubahan iklim dan kerusakan alam memang telah terjadi, tapi kita punya peluang untuk mencegah keadaan yang lebih buruk bahkan mendorong untuk memulihkannya,” ungkapnya bersemangat.

Gerakan lintas iman tentu saja punya potensi sekaligus tanggung jawab besar untuk mendukung berbagai langkah kelestarian lingkungan seperti ini. 


Share On Your Social Media
Risdo Simangunsong
Risdo Simangunsong
Articles: 10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *